Terungkap! Inilah Penyebab Banjir Besar di Dubai yang Menggemparkan Dunia, Benarkah Karena Perubahan Iklim?

- 19 April 2024, 06:26 WIB
Ilustrasi banjir di Dubai
Ilustrasi banjir di Dubai /Tangkap layar Instagram.com/@jakarta.keras

MEDIAPEMALANG.COM - Badai menghantam Uni Emirat Arab dan Oman minggu ini dengan membawa curah hujan yang mencapai rekor yang membanjiri jalan raya, menggenangi rumah-rumah, lalu lintas yang lumpuh, dan membuat orang-orang terjebak di rumah mereka.

Sedikitnya 20 orang dilaporkan tewas dalam banjir di Oman, sementara satu orang lainnya dilaporkan tewas dalam banjir di UEA yang menutup kantor-kantor pemerintah dan sekolah-sekolah selama berhari-hari.

Badai tersebut awalnya menghantam Oman pada hari Minggu sebelum menghantam UEA pada hari Selasa, memadamkan listrik dan menyebabkan gangguan besar pada penerbangan karena landasan pacu berubah menjadi sungai.

Di UEA, curah hujan mencapai rekor 254 milimeter (10 inci) di Al Ain, sebuah kota yang berbatasan dengan Oman. Ini adalah yang terbesar yang pernah terjadi dalam periode 24 jam sejak pencatatan dimulai pada tahun 1949.

Apakah Penyemaian Awan Menyebabkan Badai?

Curah hujan jarang terjadi di UEA dan di tempat lain di Semenanjung Arab, yang biasanya dikenal dengan iklim gurun yang kering. Suhu udara di musim panas dapat mencapai lebih dari 50 derajat Celcius.

Namun UEA dan Oman juga tidak memiliki sistem drainase untuk mengatasi hujan lebat dan jalan yang terendam tidak jarang terjadi selama hujan.

Setelah kejadian hari Selasa, muncul pertanyaan apakah penyemaian awan, sebuah proses yang sering dilakukan UEA, dapat menyebabkan hujan lebat.

Penyemaian awan adalah proses di mana bahan kimia ditanamkan ke dalam awan untuk meningkatkan curah hujan di lingkungan yang mengalami kelangkaan air.

UEA, yang terletak di salah satu wilayah terpanas dan terkering di dunia, telah memimpin upaya penyemaian awan dan meningkatkan curah hujan.

Halaman:

Editor: Dwi Andri Yatmo


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah