Mahasiswinya Curhat Pasang Kateter pada Pasien Pria Viral, Ini Tindakan UNISA Yogyakarta

- 2 Juni 2022, 13:44 WIB
Info viral perawat pasang kateter terbaru di Tiktok bikin salah fokus netizen
Info viral perawat pasang kateter terbaru di Tiktok bikin salah fokus netizen /Yusuf/

Mediapemalang.com - Beredar sebuah video yang memperlihatkan reaksi mahasiswi yang ditugaskan untuk memasang kateter pada pasien pria viral di jagat maya.

Dalam video tersebut tertulis, "Ketika harus memasang kateter urin/DC untuk pasien cowok. Mana udah cakep, seumuran lagi "

Mahasiswi tersebut memberikan reaksi kegirangan dengan memukul handphonenya. Mahasiswi tersebut diketahui merupakan mahasiswa Universitas Aisyiyah, Yogyakarta (UNISA) yang tengah menjalani praktek di RSUD Wonosari.

Baca Juga: Viral Video TikTok Tentang Pasang Kateter Pria Lajang, Begini Kronologi hingga Klarifikasinya

Hal ini dikonfirmasi, baik oleh pihak UNISA maupun pihak manajemen RSUD Wonosari.
Direktur Utama (Dirut) RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati, menyebutkan bahwa wanita yang viral di Tiktok tersebut bukanlah perawat RSUD Wonosari, melainkan mahasiswi yang tengah praktek "Jadi, itu (wanita yang viral) bukan perawat RSUD Wonosari, tapi mahasiswi yang sedang praktek," ujarnya kepada Media Pemalang (1/6).

Mengklarifikasi video tersebut, UNISA membenarkan bahwa wanita di video adalah mahasiswinya.

UNISA bahkan merasa kecewa dengan ulah mahasiwinya tersebut. Pihak UNISA juga akan melakukan tindakan-tindakan, seperti

Baca Juga: Apa Arti 'Janji Ga Prot Prot' yang Viral di TikTok? Ternyata Ini Arti Sebenarnya dalam Bahasa Gaul

1. Memperingatkan atau menegur mahasiswa tersebut terkait dengan konten yang telah dibuat
2. Menarik mahasiswa tersebut dari tempat praktik kliniknya
3. Memohon maaf kepada rumah sakit tempat praktik klinik secara non-formal, dan akan segera dilakukan pertemuan dengan direktur dan kadiklat rumah sakit tersebut
4. Sebelum mahasiswa terjun ke lahan praktik atau rumah sakit, mahasiswa telah mengikuti kegiatan pembekalan, baik yang berupa kompetensi keahlian maupun pembekalan aspek etik termasuk menjaga privasi klien, keselamatan kerja, keselamatan pasien. Sebelumnya mereka juga sudah lolos uji pra-klinik.

Halaman:

Editor: Soni Susilo


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah