Banjir Dahsyat Melanda Dubai: Benarkah Hujan Buatan Jadi Biang Keladinya? Ini Penjelasan Para Ahli

- 19 April 2024, 06:32 WIB
Suasana setelah banjir di Dubai. UEA
Suasana setelah banjir di Dubai. UEA /Amr Alfiky/Reuters

MEDIAPEMALANG.COM - Badai hebat melanda Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman minggu ini, membawa curah hujan yang mencatat rekor dan menyebabkan banjir yang membanjiri jalan-jalan, rumah-rumah, serta mengganggu aktivitas masyarakat dengan lumpuhnya lalu lintas.

Sedikitnya 20 orang dilaporkan tewas akibat banjir di Oman, sementara satu orang dilaporkan tewas di UEA. Banjir tersebut juga menyebabkan penutupan kantor pemerintah dan sekolah selama beberapa hari.

Badai pertama kali melanda Oman pada hari Minggu sebelum meluas ke UEA pada hari Selasa, menyebabkan pemadaman listrik dan gangguan besar pada penerbangan karena landasan pacu berubah menjadi sungai.

Di UEA, curah hujan mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan 254 milimeter (10 inci) di Al Ain, sebuah kota di perbatasan dengan Oman. Ini adalah curah hujan tertinggi dalam periode 24 jam sejak tahun 1949.

Apakah Penyemaian Awan Memicu Badai?

Baca Juga: Terungkap! Inilah Penyebab Banjir Besar di Dubai yang Menggemparkan Dunia, Benarkah Karena Perubahan Iklim?

UEA jarang mengalami curah hujan, dan iklim di Semenanjung Arab umumnya kering. Suhu udara dapat mencapai lebih dari 50 derajat Celcius selama musim panas.

Namun, UEA dan Oman tidak memiliki infrastruktur drainase yang memadai untuk mengatasi hujan lebat, sehingga genangan air dan banjir sering terjadi selama hujan.

Setelah badai, muncul pertanyaan apakah proses penyemaian awan, yang sering dilakukan di UEA untuk meningkatkan curah hujan, dapat memicu badai hebat.

Penyemaian awan adalah proses menyuntikkan bahan kimia ke dalam awan untuk memicu hujan di daerah yang kekurangan air.

Halaman:

Editor: Dwi Andri Yatmo


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah